Mading – Blok Politik Pelajar

Kabut Sekat Pergerakan

Barisan rakyat membakar ban di jalan sebagai bentuk protes.

Dibalik kabut-kabut gas air mata
yang tak sesegar kabut-kabut semesta yang diperkosa raya,
ada yang teriak persatuan buruh, tani, mahasiswa, dan rakyat miskin kota.
Tapi mereka ciptakan sendiri sekat-sekat perpecahan nyata
di balik bungkus seragam serikat dan jas almamaternya.
Ada rakyat miskin masuk dalam barikadenya, mereka bilang penyusup.

Apa guna bangun serikat-alinasi
bila suara akar rumput saja masih dieliminasi.
Apa guna banyak ilmu di kampus-kampus
tapi yang beda agenda kau biarkan mampus.

Kita terlahir telanjang di dunia
Lantas apa guna semua sandang kita?
hanya sekat-sekat ilusi yang memecah kelas.

Lepas baju kamu!
Lepas almamatermu!
Lepas titel aliansimu!

Kita telanjang di medan juang
Kita sudah dianggap golongan jalang
oleh mereka yang merasa mewakilkan orang.

Kita semua telanjang
dalam kemanusiaan yang hilang
ditelan orasi bual yang banyak dibilang.

Lagaknya pahlawan,
lidahnya mencuri bahasa langit nan liyan.

Ku nanti kamu di masa depan
Ku harap tak jatuh dirimu di lengkar setan.

Bogor, 18 Oktober 2020.
Penulis: Afkar Aristoteles