Mading – Blok Politik Pelajar

BPP Sumba: 188 Karyawan PT MSM Positif Corona

PT Muria Sumba Manis (MSM) terletak di Kabupaten Sumba Timur, NTT

Mading, Waingapu – Perwakilan Blok Politik Pelajar (BPP) Sumba Timur, Josbus Kambaru, mengungkap sebanyak 188 karyawan PT Muria Sumba Manis (PT MSM) yang berada di wilayah Wanga, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, terkonfirmasi positif virus Covid-19. Hasil ini merujuk pemeriksaan swab test PCR pada Minggu (04/07) dan Senin (05/07)

“Semula diketahui satu dua karyawan yang terkonfirmasi positif virus Corona. Kemudian hari ini kami menerima informasi total kasus positif di PT MSM sudah 188 kasus,” ujar Josbus kepada reporter Mading, Selasa (6/7/2021).

Dari ratusan karyawan yang positif ini dilakukan karantina mandiri di dua tempat. Karyawan pendatang dari luar Sumba dikarantina mandiri di dalam komplek perusahan PT MSM. Sementara untuk karyawan lokal yang tinggal di sekitar areal pabrik melaksanakan karantina mandiri di rumah.

Menurut Josbus, pangkal dari ledakan kasus positif corona di PT MSM karena abainya perusahaan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) serta perlindungan dan jaminan kesehatan untuk karyawan ketika bekerja di pabrik. Ia juga mengingatkan bahwa hal ini sudah terjadi bahkan sebelum pandemi Covid-19.

“Saya rasa kalau penerapan prokes dilaksanakan dengan baik tidak akan terjadi. Selama ini, kan, memang tidak ada perlindungan dan jaminan kesehatan yang pasti untuk karyawan PT MSM, terkhusus para buruh kasarnya,” kata Josbus.

Josbus juga mengusulkan agar PT MSM ditutup sementara. Ia mengatakan situasi ini sudah darurat, dengan demikian langkah tersebut perlu diambil. Selain ditutup, Josbus pun mendesak Pemerintah Daerah Sumba Timur memberikan sanksi terhadap PT MSM.

“PT MSM harus bertanggung jawab atas persoalan ini. Ketika nanti muncul klaster-klaster baru yang bersumber dari kasus ini, apalagi karyawan-karyawan ini hanya dianjurkan untuk karantina mandiri di rumah. Saya tidak yakin kalau mereka benar-benar karantina mandiri nantinya, ya, karena mereka harus cari makan juga kan, sementara tidak ada jaminan soal itu” tegas Josbus.

Senada dengan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumba Timur menyarankan Komandan Kodim 1601/ST agar meminta kepada Pemerintah Daerah Sumba Timur untuk memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Dinkes Sumba Timur juga meminta PT MSM untuk ditutup sementara.

“Lebih tepatnya untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang ditentukan oleh Pemda Sumba Timur untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” usul Dinkes Sumba berdasarkan informasi yang diterima tim Mading, Selasa (6/7/2021).