Mading – Blok Politik Pelajar

Tuntutan #Bike4PressFreedom: Hentikan Kriminalisasi Pers

Aliansi Jurnalis Independen dalam #Bike4PressFreedom di Patung Arjunawiwaha.

Mading, Jakarta – Dalam memperingati Hari Kebebasan Pers 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) gelar aksi #Bike4PressFreedom, Minggu (02/05/2021). Para solidaritas yang terdiri dari 30 pekerja media, telah berkumpul sejak pukul 16.00 WIB, dan bersepeda dari gedung Dewan Pers ke Patung Kuda Arjunawiwaha hingga 17.00.

Aksi itu diikuti rangkaian acara seperti orasi, dan berbagi bunga. Orasinya menyampaikan tuntutan dan memberikan gambaran kekerasan yang sering dihadapi para jurnalis lewat represivitas, hingga kriminalisasi dari kepolisian maupun perusahaan media.

“Polisi yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap masyarakat–termasuk jurnalis, jutru menjadi pelaku paling banyak yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis,” ujar ketua AJI, Sasmito dalam aksi itu.

Penganiayaan oleh kepolisian pada jurnalis juga terjadi pada pers mahasiswa. Salah satunya seperti penangkapan Chaerul Anwar dan Suandira Azra Badrianan yang merupakan reporter dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Marhaen Universitas Bung Karno (UBK).

Anwar dan Badrianan ditangkap saat meliput peringatan Hari Buruh (Mayday) kemarin, Sabtu (01/05/2021).

AJI menilai, pembungkaman jurnalis juga terjadi lewat UU ITE. Meski pemerintah sebenarnya regulasi ini tidak ditujukan pada jurnalis, tetapi dalam praktiknya banyak kriminalisasi sejumlah wartawan.

Selain UU ITE, para jurnalis di masa pandemi berada di dalam bayang-bayang PHK di tempatnya bekerja. Perusahaan-perusahaan media mengklaim, pandemi penyebab utamanya.

Padahal, AJI menulis, penyebab ruginya perusahaan media justru sebenarnya manajemen di dalam yang kurang baik, seperti pengaturan keuangan.

Dalam undangan aksinya, AJI menulis tiga tuntutan, yakni:
1. Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis, dan usut tuntas semua kasus kekerasan terhadap jurnalis.
2. Meminta perusahaan media menjamin hak para pekerja, khususnya di masa pandemi Covid-19.
3. Mendesak pemerintah merevisi UU ITE, khususnya pasal-pasal karet yang memberangus kebebasan pers.

Penulis dan Reporter: Anak Topik
Editor: Ossorio Gramsci